Latest Articles


Pagi itu setelah check out dari Digital Airport Hotel a.k.a Hotel Kapsul di Terminal 3 aku bersama Yoga berjalan-jalan sebentar sekalian mencari Starbucks, setelah kami memesan kami pun duduk sejenak untuk menikmati minuman kami. Waktu itu aku pesan Green Tea karena aku gak bisa minum kopi. Ketika sedang menikmati minuman, tetiba ada chat masuk di grup d'Traveler Singapore menanyakan keberadaan kami, karena aku sudah berada di dalam Airport dan hanya perlu naik skytrain untuk menuju terminal dua jadi aku santai saja. Lagipula aku bersama temanku, Yoga.
Waktu itu, 8 February 2019. Kami dijadwalkan menuju ke Singapura dengan menggunakan maskapai Lion Air pada pukul 11.00 WIB dari terminal 2. Karena ini penerbangan internasional jadi kami harus datang minimal 2jam sebelum waktu boarding.
Akhirnya, aku dan Yoga menuju terminal 2 menggunakan skytrain. Ini pengalaman pertamaku menggunakan skytrain, agak sedikit kampungan sih wkwk biasa lah
Sesampainya di terminal 2 kami bertemu dengan Aldi yang merupakan pemenang juga. Kami pun berjalan bersama, sambil mencari teman-teman yang lainnya. Setelah bertemu kami pun diberikan sampul paspor, name tag dan kaos dari tiket.com lalu berfoto bersama menggunakan spanduk.

soekarno hatta int aiport terminal 2

Lalu, kami pun masuk untuk check in. Setelah check in lanjut ke imigrasi. Seriously, ini kalik pertama aku keluar negri dan baru tau kalo imigrasi bandara tuh kayak gini wkwk
Oh iyaa waktu itu kami berangkat bertujuh, lima pemenang, satu guide dan satu dari pihak detik. Salah satu dari teman kami sempat kami tinggal check in karena dia agak telat. Tapi akhirnya kami berkumpul kembali pada saat akan boarding~
selfie dulu guys hehe

sebelum boarding, foto formasi lengkap dulu
oh iya buat yang belum tau, ini yang kita isi buat nanti pemeriksaan di imigrasi singapura

Perjalanan dari Jakarta menuju ke Singapura memakan waktu sekitar 1jam 45menit karena Singapura lebih cepat satu jam dari Jakarta kami pun sampai pada pukul 14.00 waktu setempat.
lion air

aldi, mas yudi, mas mardi

yoga, mbak emi dan aku

Sesampainya di Changi International Airport, setelah pemeriksaan dan imigrasi selesai sempat ada drama sedikit wkwk koper kami hilang  karena kelamaan di imigrasi, waktu itu memang sedang padat karena banyak jamaah umroh yang transit Singapura.
foto dulu guys wkwk
baru sampai di terminal 3 changi international airport
menuju imigrasi
pada saat mengantri di imigrasi

Setelah mencari kesana kemari dan sempat bertanya di Lost and Found juga, akhirnya ketemu. Ternyata sudah diamankan oleh petugasnya dan dia juga sedang mencari kami
Koper ketemu, kami pun langsung menuju ke Hotel karena jemputan kami sudah menunggu. Sepanjang perjalanan aku bener-bener speechless sih, ternyata Singapura kotanya indah, rapih, gak macet dan tertata dengan baik. 
selfie dulu guys, dalem bus nih
Kami menginap di Marrison Hotel di Desker Road kawasan Little India, setelah check in dan menyimpan barang kami langsung mencari makan karena belum sempat makan dari pagi. Kebetulan disamping hotel ada restaurant India yang harganya worth it lah~

marrison hotel
nasi biryani, s$ 3.5, minumnya s$ 1.2


restaurant india
Hari ini agenda kami sebenarnya bebas mau kemana aja, tapi Mas Yudi selaku tour guide mengajak kami ke Orchard Road. Dalam perjalanan menuju Orchard Road kami melewati Mustafa Center yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan murah meriah disana, wah menyenangkan sekali karena jaraknya sangat dekat dengan hotel dan 24jam pulaaaa, jadi kita bisa belanja kapan saja. Yeayy!!!
mustafa center
berfoto bersama
Karena waktu itu tidak ada satupun dari kami yang menggunakan Roaming wkwk akhirnya kami pun membeli simcard lokal yg harganya S$ 15 (S$ 1=Rp. 10.535,-) tapi kami hanya beli dua , satu simcard disimpan di HPku karena aku bawa dua HP, satu lg di HP Aldi jadi kami hanya membayar S$ 5/org. Lebih hemat kan? Wkwk
kawasan mustafa center

menuju mrt
Kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun MRT terdekat menuju ke Orchard Road, karena ada Mas Yudi yang mengurus dan mengatur segala macam apapun jadi aku bener-bener gak merhatiin waktu itu naik dari stasiun apa dan line apa dan turunnya pun begitu. Untuk pembelian kartu MRT pun aku hanya dimintai uang sekian dan Mas Yudi yang urus sisanya~
menunggu mrt
Setelah sampai di Orchard Road berasa "waaah" banget karena pas sampai sudah gelap jadi keliatan banget kerlap kerlip lampu dari Ion Orchard Mall dan bangunan-bangunan lainnya. Malam itu, kami mencoba masuk ke Ion Orchard Mall tapi karena bingung mau beli apa, akhirnya hanya melihat-lihat saja. 






Tak jauh dari Ion Ochard terdapat Penyanyi Jalanan yang suaranya keren banget, berasa lagi nontonin konser, semua alat-alatnya pun niat banget pokoknya mah. Sambil menikmati lantunan musik dari penyanyi tersebut, beberapa teman mengajakku utk membeli es krim yang enak dan harganya terjangkau, sayang sekali karena sudah malam aku tak bisa mencicipi es krim tersebut karena takut sesak kedinginan.
Tetiba, teman kami Aldi menanyakan salah satu tempat di Orchard dan mengajak kami kesana. Library@Orchard, aku tau tempat ini karena melihat postingan @duniamanji di instagram beberapa pekan sebelum aku ke Singapura. Kami pun akhirnya menuju kesana~ yeayyy, senanganyaaaa!!!
Libray@Orchard berada di lantai 3 dan 4 Orchard Gateway Mall, Singapura. Perpustakaannya keren banget sih menurutku, klasik tapi modern gitu. Karena kita kemaleman kesininya jadi cuma sempat foto-foto dikit, gak sempat baca huhu sayang sekali
Disini bukunya semua pake Bhs Inggris guyss 
Disediakan beberapa jenis tempat untuk membaca juga jadi jangan takut gak kebagian tempat duduk..
Setelah selesai menelurusi perpustakaan ini, kami pun pulaaang. Mengabadikan beberapa momen dan shooting untuk keperluan dari detikcom.


suasana library di orchard









Oh iyaa, ini video youtube nya 
Singapore #1 Pertama Kali ke Singapura
https://youtu.be/FHNR5HUtlWo
Singapore #2 Menikmati Indahnya Malam di Orchard
https://youtu.be/aYGYyhgerVM
Setelah selesai dengan urusan paspor, aku pun berangkat menuju Jakarta untuk menghadiri acara Awarding Night d'traveler of the year.

Dan semua biaya transportasi menggunakan pesawat ditanggung oleh pihak detik. Waktu itu aku memilih penerbangan jam 9 pagi kalo gak salah. Lupa wkwk

Sehari sebelumnya, aku pindah tempat tinggal dari rumah tante Sani rekan ibuku menuju kosan temanku. Berhubung kosannya dekat dengan Bandara dan memang kami belum sempat bertemu juga, akhirnya aku memutuskan untuk menginap di kosannya.

Namanya Andini Eiren, dia merupakan salah satu Sarjana Teknik lulusan Universitas Tompotika Luwuk. Dia lebih tua dariku, jadi aku memanggilnya kaka.

Malam itu ka eiren mengajakku makan diluar dan bertemu dengan teman-temannya. Ke esokan harinya kami berangkat menuju bandara sekitar jam 7, setelah selfie-selfie untuk stock update di Instagram akhirnya aku pun masuk utk check in.

Intermezo dulu yaa wkwk

Sebelum aku mendapatkan telp dari pihak detik, aku merengek ke Ibuku karena sangat ingin kembali ke Bandung bertemu dengan teman-teman dan saudara-saudara. Ternyata, Allah lagi baik sama aku. Akhirnya do'aku terkabul, aku bisa ke Bandung setelah selesai acara di Jakarta.

Oke baik, lanjut.
Aku menuju tempat check in seperti biasa.  Oh iyaa lupa, waktu itu pihak detik hanya memberikan penerbangan menggunakan Lion, sementara kabarnya Lion ini sudah melakukan bagasi berbayar. Pas aku check in ternyata masih simulasi guys. Oh my lord, please!
Aku udah bw koper kecil dong๐Ÿ˜”

Aku pun berjalan menuju ruang tunggu, duduk sebentar dan akhirnya waktunya boarding. Semua penumpang tujuan Jakarta berjalan menuju pesawat.
Dari Palu menuju Jakarta dibutuhkan waktu sekitar 2jam 45menit di udara, karena sangat membosankan dan bingung mau ngapain. Akupun tidur guys~

Sesampainya di Jakarta, bener-bener speechless banget karena udah setahun gak nginjek lagi Soekarno Hatta Int Airport. Dari Bandara, aku menuju ke kantor temenku di Tangerang Selatan karena mau nitipin koper wkwk. Aku memilih menggunakan damri tujuan lebak bulus dan lanjut menggunakan ojeg online.

Sampai dikantor temenku, aku istirahat bentar, makan, ganti baju terus berangkat menuju ke Cerita Rasa Ampera..

Sesampainya di Cerita Rasa Ampera, Jakarta Selatan. Aku langsung mencari toilet wkwk. Biasa lah wanita, dandan๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‚

Karena malu dan bingung, akhirnya aku berlama-lama aja dikamar mandi. Haha

Dan akupun keluar mencoba menyapa orang-orang disekitaran banner acara. Bertanya ini dan itu, berkenalan, bercerita. Akhirnya, aku punya teman baru. Yess!!

Lalu, temanku yang bernama Syifa Balqis datang menghampiriku. Ketika bercerita sambil nostalgia masa-masa kuliah. Karena dia harus kerja, akhirnya obrolan kami tidak begitu banyak. Aku kembali bergabung dengan teman-teman baruku.

Ada Yoga, dari Batam. Mbak Icha, Mbak Ani, Bang Omed, Mas Fadli dan lain-lain.

Kami berfoto dispot yang sudah disediakan dan panitia menyuruh kami untuk registrasi lalu makan.

Setelah makan, kami pun disuruh masuk ke ruangan karena acara akan segera dimulai. Acara dimulai dengan beberapa sambutan-sambutan, lalu ada game dan akhirnya puncaknya pada pembacaan nominasi.
Ada 7 kategori yaitu:
1. Most Published Articles
2. Most Reading Articles
3. Most Shared Articles
4. Best Stories
5. Best Photo
6. D'traveler Of The Year
7. Tiketcom Choice

Kategori satu sampai lima, ada 3 pemenang. Utk Juara 1 mendapatkan hadiah ke Thailand dan uang 1jt rupiah, Juara 2 mendapatkan hadiah ke Singapura, Juara ke 3 mendapatkan hadiah Action Cam Sony.
Dan kategori ke 6 dan 7 mendapatkan hadiah ke Thailand dan uang jutaan rupiah.
Kami pun dipanggil satu per satu sesuai dengan kategori masing-masing. Itu degdegan dan seneng sih wkwk
Aku merupakan salah satu pemenang juara kedua dari kategori most shared article yang mendapatkan hadiah paket liburan ke Singapura. Yeayyy!!! itu asli seneng banget parah, gak nyangka gitu. Kek masih speechless aja.
Gak tau deh mau ngomong apa lagi, bener-bener hadiah di awal tahun ini. Hadiah yang terus memotivasi kami untuk terus menulis, memberikan karya-karya terbaik ๐Ÿ‘Œ

Kok bisa dapet hadiah gitu?
Jawabannya adalah berkat tulisanku~
Tulisanku dari hasil travelingku.
Aku memang begitu senang menulis, apalagi soal traveling. Aku ingin setiap tempat yang aku datangi, bisa kutuliskan diblogku dan orang lain akan membacanya sbg sumber informasinya jika ingin traveling.
Alhamdulillah, berkat hobiku traveling dan kesenanganku akan menulis hasil travelingku. Aku bisa mendapatkan juara kedua dengan hadiah paket liburan ke Singapur.
Kalo ada yang nanya emg nulisnya dimana?
Nulisnya di detiktravel, siapapun bisa mendaftarkan diri menjadi d'Traveler. Bebas. Jika kalian punya tulisan yang menarik, silahkan tulis. Jika tulisan kalian bagus untuk dipublish, mereka akan memberitahukan melalui email kalian.
Sayang banget aja kl orang yg hobi jalan-jalan tp gak ada jejaknya gitu. Kan biar orang lain juga bisa tau gimana tempat yg kalian kunjungin. Disana ada apa. Kesananya gimana. Berapa budget untuk kesana. Semacam hal-hal kayak gitu sih.
Itu yang bikin aku tergerak buat nulis, biar bisa berbagi sama orang lain. Mungkin terdengar simple, tp sebenarnya bagi org² yg suka traveling itu akan sangat dibutuhkan.







D'Traveler of The Year merupakan salah satu program dari detik.com dan tiket.com untuk memberikan apresiasi kepada traveler-traveler yang selalu mengisi artikel² di detiktravel. Jadi ini bukan sejenis lomba gitu.
Ada beberapa kategori yang dinilai otomatis sesuai dengan data yang ada didetik.
Kategori pertama yaitu, paling banyak dipublish. Jadi sesuai data yg ada diurutkan menjadi 3 terbanyak. Nah yg tiga itulah yang menjadi pemenangnya.
Begitupun dengan artikel paling banyak dibaca, artikel paling banyak dibagikan.
Kalau punyaku, termasuk pada paling banyak dibagikan, yaitu 1027 kali dibagikan.
Oh iyaa, ini jangka waktunya selama setahun ya guys. Tahun 2018.

Lalu, untuk kategori cerita dan foto terbaik itu langsung dipilih oleh panitianya. Dan ada juga d'Traveler of The Year yang memenangkan semua kategori. Juga tiket.com choice yang dipilih sesuai syarat dan ketentuan yg berlaku.
Setelah acara selesai, kami foto bersama. Melakukan verifikasi lagi diluar dan pulaaaang.



Assalamu'alaikum..
Oke, karena aku disuruh bikin paspor dari pihak detik. Akhirnya aku berangkat ke Palu pada tanggal 13 Januari 2018 bersama adikku.

Waktu itu kami dirumah hanya berdua, kebetulan ibuku sedang berada di luar kota karena gak mungkin ninggalin anak umur 6 tahun sendirian dirumah akhirnya aku bawa lah dia. Kita berangkat ke Palu.

Kenapa bikin paspor harus ke Palu ?

Oke baiklah, aku juga sebenarnya kurang mengerti dan kurang paham. Tapi faktanya, kantor imigrasi yang melayani pembuatan paspor hanya berada di Kota Palu. Di Tolitoli gak ada, kasian yah hiksss

Berangkatlah kami menggunakan rental (red:travel) sekitar jam 8 malam. Perjalanan dari Tolitoli ke Palu biasanya memakan waktu sekitar 10 sampai 12 jam. Tapi hari itu aku rasa supirnya merasa sedang berada di sirkuit balapan sehingga kami sampai dengan begitu cepat. Sekitar pukul 4 shubuh, kami sudah sampai di Kota Palu.

Aku pun beristirahat sejenak, lalu mandi dan bergegas menuju kantor Imigrasi Kota Palu yang berada di Jl. Tanjung Dako (kalo gak salah inget) gak jauh dari SMA N 2 PALU. Aku pergi menggunakan ojeg online, sesampainya disana ternyata belum terlalu banyak orang. Aku bertanya ke salah satu pengunjung yang datang.

"Bu, kalo pertama kali bikin paspor harus ngapain dulu ya?". Aku bertanya dengan sangat polos wkwk
Ibu itu pun menjawab "Ambil formulir dulu kesana." sambil menunjuk ke arah salah satu petugas kantor Imigrasi.

Karena aku baru bikin paspor, aku hanya tau persyaratan-persyaratan yg umum saja. Oh iyaa, persyaratannya yaitu:
1. Fotocopy KTP
2. Fotocopy KK
3. Fotocopy Akta Kelahiran/Buku Nikah/Ijazah (SD/SMP/SMA)
4. Surat Rekomendasi dari Kantor jika mempunyai pekerjaan.
5. Surat Rekomendasi dr Travel dan Kemenag (untuk yg umroh)
Dan jangan lupa utk poin 1 dan 3 harus dibw aslinya juga untuk diperiksa. Tp nanti dikembaliin lg kok. Tenang aja.
Nah, kalo dikota besar sudah ada aplikasi yg namanya Antri Paspor. Jadi kalian bisa ngambil nmr antrian dan nentuin kalian bs dtg jam berapa. Tp isi formulirnya ttp dikantor Imigrasi.
Formulirnya harus di isi sejelas-jelasnya. Sesuai dengan aturan yg tertera. Jangan lupa dibaca dulu yaa..

Aku pun berjalan ke arah petugas tersebut dan meminta formulir. Setelah dapat formulir, aku mulai membacanya dan ternyata ada beberapa persyaratan yang belum lengkap. Aku pun bertanya lagi kepada salah satu pengunjung.

"Pak, tempat fotokopi terdekat dari sini dimana ya?" tanyaku
Bapak itu menjawab "Ada disebelah sana, tapi agak jauh kayaknya".
Aku langsung berjalan mencari tempat fotokopi tersebut lalu kembali mengantri di Kantor Imigrasi.
Setelah mengisi dan berkas lengkap, aku tinggal menunggu panggilan. Karena Kantor Imigrasi Kota Palu yang sebelumnya terkena bencana alam, gempa dan tsunami jadi sekarang masih berada di kantor sementara yang tempatnya tidak terlalu besar. Dan panggilan antrian pun masih manual tanpa menggunakan microfon atau alat pengeras suara lainnya sehingga membuat beberapa orang tidak bisa mendengar dengan baik ketika nomor antriannya dipanggil, begitu juga denganku. Aku sampai bertanya kepada petugas dan ternyata nomor antrianku sudah lewat sangat jauh. Wkwk paraaaah

Setelah dipersilahkan untuk maju ke meja petugas, aku diminta untuk memperlihatkan berkas dan diberikan beberapa pertanyaan seperti ini:

Mau kemana?
Sama siapa?
Dalam rangka apa?
Berapa hari?
Pake travel?

Kelihatan simple, tapi ternyata rumit wkwk
Karena mereka mencurigai aku yang tidak memperlihatkan bukti bahwa aku menjadi salah satu pemenang program dari detikcom akhirnya aku dimintai surat rekomendasi langsung dari pihak detik.

Waktu itu, aku sedang datang bulan dan nada bicara warga Palu itu sangat berbeda dengan di Tolitoli. Aku sampai meneteskan air mata karena merasa dimarahi dan tidak dipercayai karena berkasnya kurang lengkap.

Beruntungnya waktu itu, aku bertemu dengan salah satu pengunjung yang akan mengambil paspornya. Dia menghiburku dan mengajakku makan siang terlebih dahulu sambil menunggu surat dari pihak detik. Akhirnya, kami pun bergegas mencari tempat makan. Baiknya kaka ini sampai membayarkan makananku. Alhamdulillah orang baik ada dimanapun ya. Diapun mengantarkanku pulang karena aku harus mengambil uang untuk pembayaran paspor tersebut.

Setelah menunggu, ternyata surat rekomendasi belum juga dikirimkan oleh Mas Shena dari pihak detik dan tetiba masuk email yang isinya adalah konfirmasi pemenang d'traveler of the year dengan menyuruh kami mengirimkan beberapa persyaratan.

Akhirnya aku memutuskan untuk memberikan print out bukti email tersebut sambil menunggu surat rekomendasi dikirim.

Kembalilah aku ke kantor imigrasi dan bertemu dengan petugas, lalu petugas menerima berkasku dan aku diberikan nomor antrian untuk sesi selanjutnya yaitu perekaman foto dan wawancara.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya tibalah waktunya aku dipanggil. Di dalam ditanya beberapa hal yang hampir sama dengan petugas diluar lalu difoto untuk Paspor.
Dan aku diberikan sejenis surat pengantar gitu untuk melakukan pembayaran paspor senilai Rp. 355.000,-. Pembayaran bisa dilakukan diseluruh bank dan di kantor pos. Paspor bisa diambil tiga hari setelah kita melakukan pembayaran.

Tiga hari berlalu, aku pun kembali ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor. Daaan, jreng jadilah. Ternyata gini ya bentukannya paspor tuh wkwk (maap norak). Kalian juga bisa nonton videnya di youtube channelku, nih https://youtu.be/OmHZs7XU4y4
Beberapa hari yang lalu, hpku berdering pertanda ada panggilan masuk. Ku ambil hpku dan ku lihat ternyata panggilan dari nomor tak dikenal, aku merupakan salah satu orang yang paling tidak suka mengangkat telp dari nomor asing. Beberapa jam berlalu, ternyata hpku berdering lagi, ada panggilan masuk dengan nomor yang hampir sama pada awalannya, hanya beda ujungnya saja. Tapi, ku biarkan lagi. Lalu ketiga kalinya aku sudah melihat panggilan tak terjawab dari nomor yang hampir sama pula. Ke empat kali, aku sedang memegang hp dan tetiba ada panggilan masuk dari nomor yang hampir sama lagi, akhirnya ku angkat begini percakapannya:

O = Orang
S = Saya

O : Selamat siang mbak, Saya Shena dari detikcom
S : Oh iyaa mas
O : Saya mau memberitahukan bahwa mbak masuk dalam nominasi pemenang d'traveler of the years
S : Oh iyaa ( dlm hati, apaan gue kaga ngerti wkwk)

Aku agak lupa sih percakapan persisnya kayak gimana, tapi intinya Mas Shena ngabarin kalo aku masuk nominasi pemenang d'traveler of the years 2018 dari detik.com dan tiket.com, nah untuk bisa tau menangnya apa dan juara berapanya aku diundang ke Jakarta untuk menghadiri acara Awarding Night d'traveler of the years 2018 di Cerita Rasa Ampera, Jakarta Selatan pada tanggal 18 Januari 2019. Oh iyaa mas Shena juga bilang kalo biaya transportasi akan mereka tanggung.

Aku awalnya shock sih, soalnya ngerasa gak pernah ikutan lomba apapun dan ngirim tulisan didetik pun baru beberapa aja. Karena masih gak percaya dan takut penipuan akhirnya aku mikir dan tetiba inget kalo punya temen yang kerja didetik. Aku langsung coba hubungi dia, setelah chat ini itu akhirnya ternyata itu beneran dan bukan penipuan wkwkwk

Aku menjadi salah satu pemenang dengan nominasi Most Shared Article, artikelku yang menang itu "Sulawesi Tengah Punya Negeri Diatas Awan". Dengan jumlah share 1.027 dalam setahun.
Gilaaak, gokil gak sihhhh~~~

Atas informasi dari temenku Syifa Balqis, ternyata aku mendapatkan juara kedua dengan hadiah ke Singapura. Jadi dia nyuruh aku utk bikin paspor.

Untuk pembuatan paspor aku ceritain beda lagi yaa...

Karena aku punya temen, jadi aku bisa tau dengan sangat detail. Sementara orang lain masih ngawang-ngawang gitu lho, bingung juara berapa, menangnya apa, yang menangnya artikel yang mana. Pokoknya yaa kayak gitu deh~

Karena semuanya akan diumumkan pada acara Awarding Night itu. Detik emang sukses banget bikin kita degdegan dan penasaran.

Oh iyaa, aku memang gemar menulis apapun yang berkaitan dengan traveling. Kebetulan waktu itu aku mengirimkan tulisan ke detik, itupun karena penasaran apakah akan dimuat atau tidak. Dan ternyata dimuat juga dong. Senangnyaa~~


Barangkali ada yang pernah dengar nama Puncak Labengga ?
Atau mungkin pernah datang kesana ?
Oke,
Puncak Labengga berada di Desa Ogomoli, Kec. Galang, Kab. Tolitoli - Sulawesi Tengah.
Jajaran pegunungan yang dipenuhi dengan pohon-pohon cengkeh, dari perkotaan terlihat jelas. Ada tower diatas puncak tsb.
Perjalanan dari pusat kota menuju puncak labengga diperlukan waktu sekitar ±45menit, via Tuweley. Kalau dari Ogomoli mungkin bisa lebih dari 45menit dr pusat kota. Dikarenakan kemarin aku via Tuweley dan sedang ada perbaikan jalan menuju ke atas, itu sampai memakan waktu lebih dr 45menit.
Oh iyaa, 45menit menggunakan sepeda motor yaa. Usahain bawa motor yang bisa digunakan untuk nanjak.
Kalau mau jalan kaki, mungkin sekitar ±1jam lebih lah, krna cukup jauh dr pemukiman warga.



Kali ini kebetulan temanku ngajak camping, karena aku orangnya berusaha untuk menghargai orang lain. Jadi, selagi aku bisa kenapa tidak.
Tempat ini dulunya sempat dipamerin sama temenku, katanya keren keliatan Tolitoli dari ketinggian. Sampe disini jadi penasaran, mana sih nih namanya Puncak Labengga.

Waktu itu kita berangkat pukul 09.20 pm, perkiraan sampe 10.20 pm. Agak lama krna berenti-berenti dijalan. Dan zonknya dapat jalan jelek krna ada perbaikan jalan. Motor sempat gak naik, jadi aku harus jalan yaa lumayan lah..
Itung-itung olahraga malem lah kan wkwk







Kelebihan dari Puncak Labengga ini, ketika malam hari terlihat pemandangan malam yang sangat eksotis, gemerlap kelap kelip lampu malam dari atas ketinggian mulai terlihat.
Ketika pagi datang, terlihat rumah-rumah berdempetan dan laut yg terbentang membentuk teluk...
Ah, ini keren banget guys. Serius!!
Jarang² lho bisa liat ketinggian plus lautnya~
Biasanya kalo diatas ketinggian itu yg terlihat sawah, atau mungkin kebun warga desa.
Di Puncak Labengga. BEDA!!!



Nah, bedanya sama bukit asa yang sebelumnya aku tulis, disini gak ada kabut kayak dibukit asa. Tapi kamu bisa liat pemandangan kota juga bentukan teluk dr Tolitoli...

Kami waktu itu pergi berempat, dua cowok dan dua cewek. Lalu dua teman cowok lainnya menyusul sekitar pukul 12.00am.
Kami bercerita, mulai dari pembahasan yang tidak jelas. Sampai ke pembahasan bahwa ternyata kita ini masih bersaudara haha 
Itulah gunanya berkomunikasi dengan orang lain, kita jadi banyak tau, banyak paham tentang segala bentuk apapun dari segi apapun.
Bahkan terkadang pelajaran yang bisa kita dapatkan di alam bersama teman-teman itu bisa lebih berguna dibandingkan dengan yang kita dapat dikampus atau sekolah.
Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya saja.





Buat kamu yang suka camping sama temen-teman kamu, wajib deh nyobain camping disini.
Bercerita dibawah ribuan bintang, memandangi Kota Tolitoli sambil mencari-cari rumah mantan, eh
Yah, sekalian nyobain spot foto keren...
Lumayan buat bagusin feeds instagram ya kan wkwk
Kalo pohon cengkehnya udah gede keburu ketutupin lho guys gak bisa keliatan lg pemandangan kerennya
So, segera agendakan kesini sama temen²mu. Jangan lupa abadikan momen, unggah dan tag akun promosi pariwisata yang ada di Tolitoli..
Biar org lain juga tau dan bisa menikmati keindahan tersembunyi dari Tolitoli..